Total Tayangan Halaman

Rabu, 26 Maret 2014

SEJARAH PERKEMBANGAN GAME

Generasi Pertama
Tahun 1972, Saat dimana seseorang belum mengenal game konsol atau game komputer, yang mereka tahu adalah video game, yaitu sebuah permainan elektronik yang menampilkan gambar bergerak (video). Sebuah perusahaan bernama Magnavox meluncurkan video game pertama, yaitu Odyssey. Odyssey adalah sebuah konsol untuk memainkan game produksi Atari yang bernama Pong. Game ini menyerupai permainan tennis. Beberapa saat kemudian Atari juga membuat sebuah mesin game yang lebih dikenal dengan Sears
.
Generasi Kedua
1976 – 1983, Sepanjang tahun itu produsen game seperti Atari, Fairchild, Magnavox, dan RCA mulai berlomba membuat mesin game dengan teknologi cartridge. namun pasaran konsol game mulai ambruk seiring dengan kemajuan jaman hanya Atari dan Magnavox yang bertahan. Saat awal tahun 1976 Fairchild adalah pelopor penggunaan Cartridge dan barulah produsen yang lain menyusul seperti Atari dengan Atari 2600 dan Magnavox dengan Odyssey 2. semakin bersinarnya Atari membuat Fairchild dan RCA mengalami kebangkrutan karena mereka gagal merilis konsol game yang tidak booming saat itu.
Generasi Ketiga
Tahun 1983 adalah tahun menghebohkan didunia perkembangan konsol game karena Nintendo muncul. gebrakan mereka begitu terasa sehingga game teranyar mereka saat itu Super Mario Brothers melenggang mulus di dunia game konsol.

Generasi Keempat
Tahun 1988 muncul pesaing utama Nintendo yaitu Sega Genesis. Persaingan begitu ketat hingga para penikmat game konsol menyebutkan bahwa Super Mario akan selalu menjadi rival bagi Sonic.

Generasi Kelima
1990 – 1994, Perang game konsol terus terjadi namun pesaing baru muncul Sony dengan Sony Playstation One. Konsol ini adalah konsol pertama dengan teknologi berbasis CD. Dapat diakui bahwa Sony telah melahirkan mesin konsol yang sangat laris saat itu sehingga produsen lain seperti Atari dengan Atari Jaguar, Nintendo dengan Nintendo 64 dan Sega dengan Sega Saturn dibuat keok dengan Playstation one.

Generasi Keenam
1998 – 2000, Sega mengibarkan bendera putih dari persaingan sementara Sony masih tetap berjaya dengan Playstation one milik mereka. Sony merilis Playstation 2 saat itu dan teknologi game semakin berkembang pesat belum lagi persaingan datang dikubu Microsoft dengan melahirkan Xbox dan Nintendo dengan Game cube. Namun lagi – lagi Sony memenangi persaingan Playstation 2 unggul dari semua game konsol lain.

Generasi Ketujuh
2005 – 2006, Pesaingan semakin ketat namun Sony gagal merajai era itu karena fitur yang ditawarkan Xbox live lebih baik belum lagi Nintendo melahirkan Nintendo Wii dengan kemajuan konsol joystick mereka. Sony gagal merajai persaingan tersebut walaupun sudah membuat senjata baru mereka yaitu Playstation 3.

Generasi Game Genggam
Generasi ini adalah cikal bakal dari pertanyaan “Dapatkah konsol game dibawa – bawa dan dapat dimainkan dimanapun” , “Apakah sebuah mesin game bisa dimuat kedalam saku?” hal ini membuat para produsen game mulai mengembangkan game konsol kecil ya perkembangan pesat dapat dikatakan dari Nintendo dengan Gameboy , Atari dengan Atari Lynx, Sony dengan PSP.

Minggu, 23 Juni 2013

Tutorial membuat layout website dengan CSS

Berikut ini saya akan memberikan tutorial membuat layout website dengan CSS. Hal pertama yang dilakukan adalah membuat design pada media kertas.
1. Cari Referensi Dari Website Lain
Jika masih bingung dalam membuat layout website dari awal, mungkin cara ini dapat membantu, karena dengan mencari referensi dari web lain, kita tinggal menterjemahkannya ke dalam media kertas. Berikut ini adalah salah satu website yang saya buat yang akan kita jadikan contoh untuk membuat sebuah layout website.
implementasi-layout
Gambar tampilan website diatas terdiri dari 4 bagian, yaitu: HEADER, BODY, SIDEBAR, dan FOOTER. Untuk penamaan bagian-bagian didalam layout disarankan agar nama yang diberikan sesuai dengan fungsinya. Seperti di bagian #SIDEBAR, bisa juga diberi nama #RIGHTBOX, tetapi nama tersebut menjadi aneh ketika sewaktu-waktu kita ingin memindahkan bagian tersebut kesebelah kiri. Maka untuk pemberian nama, saya sarankan lebih spesifik dan agar sesuai dengan fungsinya.
2. Menterjemahkan Layout Dengan CSS
Gambar dibawah ini merupakan layout yang ingin diterjemahkan dengan menggunakan CSS. Dilayout tersebut terdapat 4 kerangka website, yaitu bagianHEADER, BODY, SIDEBAR, dan FOOTER.

Layout 1
Buatlah sebuah file dengan nama style.css  dan isi dengan kode CSS berikut ini untuk mendesain layout yang telah dibuat:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
#wrapper {
width: 800px;
margin: 0 auto;
}
#header {
float: left;
width: 100%;
height: 150px;
background-color: red;
}
#body {
float: left;
width: 70%;
height: 300px;
background-color: blue;
}
#sidebar {
float: left;
width: 30%;
height: 300px;
background-color: green;
}
#footer {
float: left;
width: 100%;
height: 100px;
background-color: yellow;
}

3. Menyisipkan Link File CSS di Script  HTML/PHP
Untuk menggunakan CSS, ada dua cara yang bisa dipakai, yaitu dengan cara memasukkan langsung script CSS di dalam tag …, atau bisa juga dengan memasukkan link yang menghubungkan antara file HTML dengan file CSS.
Berikut ini adalah contoh script yang memakai  cara pertama, yaitu memasukan langsung script CSS di dalam tag …:

1
2
3
4
5
6
<head>
<title>Test 123</title>
<style>
//script CSS yang ingin dimasukkan
</style>
</head>
Lalu cara kedua yaitu menyisipkan link yang menghubungkan file HTML ke file CSS yaitu sebagai berikut:

1
2
3
4
<head>
<title>Test 123</title>
<link href="css/style.css" rel="stylesheet" type="text/css">
</head>
*) jika anda menyimpan file didalam folder CSS, maka link yang ditulis harus href=”css/style.css”, namun jika file CSS yang dibuat ada didalam satu folder dengan file HTML, maka cukup dengan href=”style.css” saja.
4. Membuat file HTML
Berikut ini adalah script file HTML yang di integrasikan dengan file CSS diatas.



1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
<html>
<head>
<title>Membuat Layout Website Dengan CSS</title>
<link href="css/style.css" rel="stylesheet" type="text/css">
</head>
<body>
<div id="wrapper">
<div id="header">
<h1>#header</h1>
<p>Ini adalah bagian HEADER. Biasanya terdapat LOGO, MENU, dan sebagainya.</p>
</div>
<div id="body">
<h1>#body</h1>
<p>Ini adalah bagian BODY yang merupakan bagian inti dari website.</p>
</div>
<div id="sidebar">
<h1>#sidebar</h1>
<p>Ini adalah bagian SIDEBAR. Biasanya terdapat MENU, DAFTAR KONTEN, dan sebagainya.</p>
</div>
<div id="footer">
<h1>#footer</h1>
<p>Ini adalah bagian FOOTER. Biasanya terdapat HAK CIPTA, MENU, dan sebagainya.</p>
</div>
</div>
</body>
</html>